Wednesday, September 13, 2017

Cara Menanam Cabe Rawit Dengan Sistem Hidroponik

Posted by Tanaman Hidroponik On 9/13/2017 | No comments
Tanaman Hidroponik cabe rawit. Anda mungkin pernah menanam cabe rawit di halaman depan rumah secara konvensional. Cabe rawit merupakan komoditi yang diperlukan oleh setiap ibu rumah tangga untuk keperluan dapur. Tidak ada salahnya menanam cabe rawit di rumah karena bisa sedikit membantu mengurarngi pengeluaran belanja. Apalagi jika harga cabe rawit di pasar sedang melonjak naik tak terkira. Pada kesempatan kali ini kami akan mencoba untuk membagikan Cara menanam cabe rawit dengan sistem Hidroponik secara sederhana menggunakan pot yang bisa diterapkan dirumah anda.



Tahap awal untuk menanam cabe rawit dengan cara hidroponik. Berikut kelengkapan yang perlu anda siapkan dalam menanam cabe rawit dengan hidroponik yaitu persiapan benih cabe atau biji cabe, kemudian penyemaian biji, transplanting, perawatan serta pemberian nutrisi dan pembuahan.
Persiapan benih menanam cabe rawit dengan hidroponik yang pertama bisa anda ambil beberapa buah cabe rawit didapur, pilih yang sudah matang sempurna atau sudah tua.




Keluarkan bijinya, lalu setelah itu di jemur dengan di angin anginkan saja sampai kering dan simpan selama beberapa hari di tempat yang kering. Atau jika anda tidak mau repot repot menunggu terlalu lama bisa dengan membeli benih yang sudah siap tanam di toko pertanian di sekitar rumah anda atau bisa juga dibeli secara online.



Untuk penyemaian benih cabe rawit dengan hidroponik sudah siap digunakan, langkah selanjutnya adalah penyemaian. Alat dan bahan yang diperlukan dalam penyemaian benih cabe rawit hidroponik yaitu benih cabe rawit, air hangat, kain planel atau kertas koran bekas, kantong plastik, net pot dan rockwool. Langkah penyemaian cabe rawit secara hidroponik adalah merendam benih cabe rawit di air hangat selama kurang lebih 10 menit. Kemudian ambil biji cabe rawit yang tenggelam saja untuk disemai. Selanjutnya letakkan benih tadi di atas lembaran kain planel yang sudah basah atau kertas koran yang sudah dibasahi dengan air.  Lalu lipat kain flanel atau koran tersebut dengan dalam beberapa lipatan dan masukkan ke dalam kantong plastik.




Simpan dan tunggu sekitar 3-5 hari atau sampai bibit cabe rawit tersebut sudah bertunas atau berkecambah. Setelah itu ambil biji yang sudah bertunas dan pindahkan ke rockwool atau masukkan ke netpot tentunya dengan rockwoolnya.

 


Jika langkah penyemaian biji cabe rawit secara hidroponik sudah dilakukan, langkah selanjutnya adalah transplanting. Dalam tahap transplanting Menanam Cabe Rawit Dengan Sistem Hidroponik ini adalah proses pemindahan bibit dari media semai ke pot atau media pertumbuhan.
Benih cabe rawit yang sudah disemai dalam media rockwool didalam netpot, harus diberikan nutrisi hidroponik AB Mix dengan dosis normal sayuran daun.
Tempatkan benih di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, secara normal benih akan tumbuh jadi bibit dan akan tumbuh daun semu beberapa pasang. Lalu beberapa hari berikutnya tumbuh daun sejati, jika daun sejati sudah tumbuh maka, bibit cabe rawit hidroponik harus dipindahkan lagi ke pot yang lebih besar atau polybag.





Media tanam untuk  Cabe Rawit Dengan Sistem Hidroponik, saat bibit sudah bisa dipindahkan siapkan polybag atau pot yang lebih besar atau ukuran sedang maupun besar lalu isi dengan sekam atau sekam bakar dicampur dengan hydroton, pasir kerikil, zeolit. Silahkan gunakan saja salah satunya saja.
 







Sistem penanaman bisa menggunakan sistem tanam wick atau bisa juga menggunakan polybag biasa dengan penyemaian seperti biasa. Demikian info singkat bagaimana Cara Menanam Cabe Rawit Dengan Sistem Hidroponik secara sederhana. Semoga bisa bermanfaat dan bisa segera diterapkan dirumah anda dan jangan lupa untuk klik salah satu iklan untuk donasi pengembangan blog ini agar bisa terus membagikan tips seputar tanaman hidroponik. Jangan lupa Share di Facebook anda dan Terima kasih.      

Thursday, June 8, 2017

Peptisida Nabati Daun Mint

Posted by Tanaman Hidroponik On 6/08/2017 | No comments
Hi Hidroponikers.....

Bagaimana kabar anda semua? Semoga selalu sehat ya, agar terus dapat menghijaukan bumi kita ini.
Nah kali ini kita akan membahas tentang tanaman mint. dimana kegunaan dan manfaatnya sudah kita ketahui bersama. Seperti obat Herbal, toping cup cake, untuk pelengkap minuman mint tea dan masih banyak variasi lainnya. Kali ini kami akan memberikan tips bagaimana membuat Peptisida Nabati Alami yang terbuat dari daun mint. Untuk tambahan informasi saja, sebenarnya masih banyak Peptisida nabati alami yang bisa kita buat dengan menggunakan tanaman yang lain. Misalnya pestisida nabati daun sirsak, pestisida nabati daun pepaya, pestisida nabati daun sirih, pestisida nabati daun mimba, pestisida nabati daun gamal, pestisida nabati akar tuba dan masih banyak masih tanaman lain yang bisa dimanfaatkan sebagai peptisida nabati alami. Tapi kali ini kita akan bahas dulu Peptisida Nabati Daun Mint, yuk baca terus sampai selesai ya.


Daun Mint

Peptisida tidak melulu harus berbahan kimia, ternyata peptisida nabati alami ternyata bisa juga dibuat dari daun mint. Jika anda mempunyai tanaman di sekitar rumah anda, yuk biasakan mulai dari sekarang menggunakan yang alami saja.

Berikut ini adalah bahan bahan yang harus anda persiapkan untuk pembuatan Peptisida Nabati Alami ini :

1. Tiga mangkok daun mint termasuk dengan batangnya.
2. Bawang putih dua bonggol kira kira menjadi 20 siung.
3. Empat buah cabai keriting merah (bisa juga menggunakan cabai kering).
4. Dua liter air bersih.
5. Sabun cuci piring cair secukupnya.

Cara pembuatannya :

Pertama kita masukkan ke blender tiga mangkok daun mintnya, kemudian masukan juga semua bawang putih yang sudah dibersihkan, yang berjumlah kurang lebih 20 siung. Tambahkan air secukupnya, agar proses blender bisa lebih mudah hancur. Kemudian bisa langsung diblender semua bahan yang telah dimasukan tadi sampai halus. Setelah dirasa cukup halus, bahan yang telah diblender tadi masukan kedalam panci, usahakan sampai bersih dan jangan sampai tersisa didalam blendernya. bisa gunakan air, kemudian kocok sampai merata diblendernya, lalu tuangkan kembali kedalam panci yang tadi.

Kemudian tambahkan air yang 2 liter tadi kedalam panci yang berisi bahan yang sudah diblender tadi. Selanjutnya kita blender juga 4 buah cabai keriting merah sampai halus. Kemudian cabai keriting merah yang sudah diblender tersebut, kita campurkan kedalam panci (campuran mint dan bawang putih). Kemudian setelah semua bahan tersebut sudah tercampur rata, lalu kita rebus sampai mendidih. Dan setelah mendidih, bahan peptisida alami tersebut kita diamkan selama semalam.

Setelah keesokan harinya, bahan yang sudah dingin tersebut kita langsung campurkan dengan setengah sendok makan sabun cuci piring cair. Setelah semuanya tercampur rata, kemudian kita saring dan sekarang Peptisida Nabati Alami dari Daun Mint sudah bisa anda pergunakan.
Masukan kedalam botol semprotan, lalu bisa langsung anda pergunakan untuk tanaman yang terkena hama milik anda. Misalkan tanaman kacang panjang, melon, buncis, labu, timun dan lain sebagainya.
Semprotkan pada daun daun tanaman yang mudah dimakan oleh hama atau serangga. Jangan semprotkan peptisida alami ini pada saat matahari sedang terik, usahkan penyemprotan dilakukan pada waktu pagi hari atau pada sore hari saat udara tidak begitu panas.  

Nah cukup mudah bukan membuatnya. Kalau kita bisa menggunakan yang alami kenapa harus menggunakan yang berbahan kimia. Silahkan dicoba dan langsung dipraktekan ya.
Semoga bermanfaat.

Sunday, May 21, 2017

Sistem Dutch Bucket

Posted by Tanaman Hidroponik On 5/21/2017 | No comments
Hi Hidroponikers.....

Pada tulisan kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan tentang bagaimana cara membuat  Sistem Dutch Bucket Hidroponik. Sistem Dutch Bucket ini banyak dimanfaatkan oleh petani hidroponik untuk menanam buah buahan. Bagaimana Sistem Dutch Bucket ini bekerja?
Baca sampai selesai ya.

Berikut adalah gambar tanaman tomat dengan menggunakan Sistem Dutch Bucket.



Sistem Dutch Bucket ini sangat efektif sekali jika diterapkan untuk tanaman buah buahan seperti yang satu ini, pada tanaman tomat, mentimun dan juga melon. Hasilnya pun juga sangat bagus sekali. Sistem Dutch Bucket pada percontohan kali ini sengaja dibuat untuk kondisi di negara kita yang memang sering mati lampu. karena kalau pun mati lampu, dengan menggunakan sistem ini tanaman tetap akan mendapatkan cadangan larutan nutrisi.






Wadah yang digunakan pada Sistem Dutch Bucket yang berwarna putih ini, sangat pas untuk digunakan pada sistem ini, karena memang sudah dirancang khusus.
Cara kerjanya air nutrisi yang berada dibawah dilapisi dengan styrofoam supaya tidak mudah panas, kemudian untuk pompanya sendiri menggunakan pompa celup. Dan pompa celup tersebut dipasang dari bawah hingga sampai ke bak bak nya atau Bucketnya.





Untuk masukan air yang dialirkan ke bak atau wadah tersebut disini dengan menggunakan Dop yang dilubangi.  seperti tampak pada gambar.



Dan untuk tutup wadahnya anda bisa menggunakan tutup dengan menggunakan styrofoam juga, agar supaya terlindungi dari sinar matahari dan juga agar tidak mudah tumbuhnya lumut.
Beginilah isi bagian dalam wadah tersebut.







Media tanamnya kami menggunakan Hydrotone dan dalam satu bucket ini bisa isi dengan 2 tanaman.
Untuk bagian out nya kita buat dari dasar wadah,  dan kita naikkan sekitar 7 cm. Supaya kalau terjadi pemadaman listrik, masih bisa tersisa nutrisi untuk tanamannya. Pada sistem ini kami juga menggunakan atap, agar jika ada hujan yang deras, air hujan tidak akan tercampur ke dalam air nutrisi. Sehingga kada larutan air nutrisinya akan tetap terjaga.
Pada sistem ini juga kami tidak menggunakan peptisida yang mengandung bahan kimia, jadi kami hanya menggunakan 2 botol kuning yang digantung ini sebagai trap untuk serangga.



Perlu kiranya anda pertimbangkan dengan menggunakan sistem Dutch Bucket ini, karena pembuatannya cukup mudah. Atau jika anda masih belum punya gambaran untuk membuatnya, anda bisa datangi pelatihan pelatihan untuk tanaman hidroponik, untuk informasi bisa dicari dan banyak tersebar di google. Silahkan dipraktekan ya.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Tuesday, May 16, 2017

Bagaimana cara memotong RockWool Dengan Baik

Posted by Tanaman Hidroponik On 5/16/2017 | No comments
Hi Hidroponikers.....

Pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan tips bagaimana cara memotong Rockwool yang baik dan benar agar semaian terlihat rapih dan tertata. Rockwool adalah media tanam untuk tanaman Hidroponik yang sudah sangat familiar dan banyak dipergunakan oleh petani hidroponik.




Gambar berikut ini adalah untuk ukuran Rockwool sepertiga slab namanya. Dan kira kira untuk panjangnya mencapai kurang lebih 33 cm.
Bagaimana cara memotong agar terlihat rapi dan tertata? Jika anda di rumah memiliki gergaji besi, silahkan gunakan karena nantinya akan lebih rapi menggunakan gaji besi tersebut, hindari penggunaan pisau karena hasilnya kurang bagus atau kurang rapi.
Pertama untuk ukuran pemotongan rockwoolnya, anda bisa potong dengan ketebalan kira kira 2 cm saja.



Kemudian setelah dipotong dengan ketebalan 2 cm, lalu potongan tersebut kembali dipotong menjadi 3 bagian. tapi jangan sampai putus ya. (masih tersambung).




Dan hasilnya akan terlihat seperti ini. Rockwool yang sudah dipotong2 tadi.





Kemudian dipotong kembali menjadi 6 bagian, juga tanpa terputus, Hingga potongan pertama ini nantinya akan menjadi 18 potong atau berbentuk 18 bentuk kotak kecil. Ulangi seperti langkah di awal sampai langkah diatas, sehingga nanti dirasa sudah cukup untuk ukuran tray semainya.




Kemudian susunlah rockwool yang sudah dipotong tersebut ke dalam tray semai yang sudah anda siapkan sebelumnya. Usahakan carilah ukuran tray semai yang sama ukurannya dengan rockwool agar pas ukurannya ketika diletakkan. Setelah rockwool diletakkan pada tray semai semuanya, jangan lupa rendam rockwool dengan memberikan air putih atau air biasa sebelum anda menggunakan rockwool tersebut. Biarkan hingga kurang lebih satu jam baru anda bisa gunakan rockwool yang sudah di rendam air dalam tray semai tersebut untuk menyemai. Agar rockwool tidak terlalu basah, buanglah air sedikit demi sedikit hingga siap digunakan.




Demikianlah tutorial ini saya buat untuk anda para penggemar tanaman hidroponik. Cukup singkap dan padat ya, semoga jelas dan bisa dipahami & langsung dicoba.
semoga bermanfaat dan selamat mencoba ya. Terima kasih.

Jangan lupa like Fan Page Facebook kami ya Tanaman Hidroponik

Saturday, May 13, 2017

Cara Membuat Rakit Apung

Posted by Tanaman Hidroponik On 5/13/2017 | No comments
Hi Hidroponikers.....

Pada kesempatan kali ini kita akan  membahas bagaimana cara Membuat Rakit Apung atau wadah yang sederhana untuk menanam secara Hidroponik. Sebelum memulai membuatnya silahkan anda siapkan bahan bahan yang akan diperlukan untuk pembuatan Rakit Apung ini. Silahkan disimak dan dibaca secara perlahan sampai selesai dan kalau bisa sambil dipraktekkan.

Berikut ini adalah bahan bahan yang akan diperlukan pada pembuatan rakit apung ini, silahkan di catat :

1. Satu box Styrofoam bekas box buah
2. Alat untuk melubangi
3. Cutter
4. Lakban
5. Kantong plastik hitam, dan
6. kompor gas.

Setelah semua peralatan sudah lengkap, mari langsung saja kita buat, yang pertama kita akan membuat lubang lubang pada styrofoam terlebih dahulu. Silahkan lihat gambar dibawah ini.








Kita akan membuat lubang lubang seperti ini dibagian atas atau dibagian tutup dari box styrofoam.
Caranya mula mula kita panaskan dulu alat untuk melubangi styrofoam diatas api pada kompor gas. 
Kita tunggu kira kira 1 atau 3 menit hingga kawat pada alat tersebut sudah cukup panas, kemudian silahkan langsung saja tempelkan atau lakukan proses melubangi styrofoam itu dengan segera sebelum kembali dingin, agar hasilnya bulat sempurna.



Usahakan dalam proses melubangi styrofoam ini harus lurus dan sejajar, agar terlihat lebih rapi.
Tips untuk anda yang masih pemula, terlebih dahulu mungkin anda bisa menggunakan pulpen dan penggaris untuk menandai jarak antar lubang agar lebih terukur.
Sehingga nanti hasilnya akan terlihat lebih rapi dan bagus. Jika anda nanti sudah terbiasa membuat lubang pada styrofoam ini, mungkin anda sudah tidak akan memerlukan pulpen dan penggaris lagi .

Kemudian langkah selanjutnya silahkan anda lapisi bagian bawah box styrofoam dengan plastik hitam yang sudah anda siapkan tadi. Proses melapisi bagian bawah box dengan plastik ini,  nantinya akan berfungsi sebagai wadah atau tempat penampungan air nutrisi untuk tanaman hidroponiknya.

Rakit apung


Usahan dibuat serapih mungkin, meskipun box hanya terbuat dari box styrofoam bekas, agar nyaman dilihatnya. Demikian ulasan membuat rakit apung dari kami. Semoga bisa bermanfaat tips kali ini dan silahkan dipraktekkan dirumah anda ya. Selamat mencoba dan semoga berhasil.


Terima kasih.





Cara Menanam Kangkung Secara Hidroponik

Posted by Tanaman Hidroponik On 5/13/2017 | No comments
Hi Hidroponikers.....

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas bagaimana cara menanam kangkung secara hidroponik.
Sungguh menyenangkan bisa saling berbagi tips seperti ini, apalagi kangkung merupakan salah satu sayur kesukaan saya. semoga anda juga penyuka tanaman kangkung ini ya. Melihat tanaman tumbuh subur nan hijau, membuat hati tenang. silahkan dibaca tips kali ini sampai habis ya.

Pertama siapkan Rockwool yang sudah dipotong potong, bisa anda lihat pada tutorial berikut ini jika anda belum membacanya Cara Memotong Rockwool. Kemudian Setelah RockWoll dipotong lalu   rendam dengan air biasa, selanjutnya lubangi rockwool dengan ujung belakang pulpen atau dengan benda lainnya yang seukuran dengan pulpen, misalnya pensil atau yang lainnya untuk membuat lubang yang dalam dan agak besar seperti gambar berikut ini.






Setelah selesai melubangi semua bagian Rockwool, lalu lanjutkan dengan menaruh 8 - 10 benih kangkung ke dalam setiap lubang yang sudah kita buat tadi. Kemudian setelah semua lubang sudah diberi benih kangkung, jangan lupa semaian anda ditutup dengan plastik hitam selama 2 sampai 3 hari, dan siram atau semprot dengan air biasa setiap hari. Jika semaian kangkung sudah tumbuh sedikit tunasnya, segera letakkan semaian diruangan yang terkena sinar matahari. Dan jangan lupa tetap siram tanaman kangkung tersebut setiap hari. Jika usia semaian sudah berumur 8 hari, pisahkan masing masing semaian ke dalam netpot untuk dimasukkan ke dalam sistem bernutrisi. Cara memotong akar yang ada disela sela semaian, anda bisa menggunakan pisau plastik agar bisa lebih mudah pada waktu memisahkannya. Selanjutnya pisahkan rockwool dengan tangan anda untuk memisahkan masing masing semaian dan pindahkan ke dalam netpot.




Jika beberapa semaian anda hanya tumbuh 2 atau tiga batang tanaman, anda bisa menggabungkannya menjadi satu, kemudian letakkan semaian tersebut pada netpot. Setelah semua semaian sudah dipindahkan ke dalam netpot, selanjutnya buatlah air nutrisi dengan campuran 5 ml Nutrisi A dan 5 ml Nutrisi B per 1 liter air bersih atau hingga sekitar 600 ppm jika anda menggunakan TDS meter.
Tambahkan Nutrisi secara bertahap hingga 1200 ppm sampai ketika akan panen pada minggu ke 3 setelah semai. Anda bisa menanam kangkung pada Sistem Rakit Apung sederhana seperti berikut ini.


Atau bisa juga menggunakan Sistem DFT seperti pada gambar berikut ini.


Demikian tips kami kali ini tentang cara menanam kangkung secara Hidroponik. Cukup sederhana dan mudah ya. anda pun bisa mencoba membuatnya sendiri dirumah. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Terima kasih.



Friday, May 12, 2017

Pruning Tanaman Tomat

Posted by Tanaman Hidroponik On 5/12/2017 | No comments
Hi...Hidroponikers.....

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tip's, bagaimana cara memangkas pada tanaman tomat  atau biasa kita dengar dengan istilah " Pruning ". Tanaman tomat memang perlu untuk dipangkas agar tanaman bisa tetap berfokus pada produksi buah tomatnya saja.
Langkah langkah dalam memangkas pohon tomat atau pruning adalah sebagai berikut.

Pertama dengan memotong tunas air yang terdapat di pohon tomat anda.
Tunas air adalah cabang tanaman antara batang utama dan daun.


Tunas Air

Langsung saja bisa anda petik tunas air tersebut dengan tangan anda, tidak perlu menggunakan peralatan khusus jika masih kecil batang tunas airnya.
Sedangkan jika sudah besar, anda bisa menggunakan gunting khusus untuk tanaman supaya pohon tomatnya tidak rusak dan tetap rapi.

Batang tunas air yang masih kecil ini bisa langsung anda buang atau jika tunas airnya sudah cukup besar bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak tanaman tomat anda.
Sudah bisa dimengerti ya sampai disini apa itu Tunas Air? Baiklah kita lanjutkan.
Jangan memotong tunas air yang terletak pada pucuk tanaman dan tunas air yang sudah memiliki bunga atau sudah tumbuh buah tomatnya. karena ini akan mempengaruhi produksi tanaman tomat anda terganggu nantinya. Jika anda ingin memperbanyak tanaman tomat anda, cukup potong tunas air yang ukurannya sudah cukup besar, lalu buang semua tunas air yang kecil dicabang itu.
kemudian simpan Tunas air itu pada netpot atau bisa juga langsung ke dalam air yang sudah bernutrisi pada pipa atau paralon.




Bila tunas air tersebut sudah tumbuh akar, tanam didalam pot dengan media sekam bakar dan cocopit atau ke dalam sistem fertigasi atau Drip anda sendiri atau juga bisa menggunakan sistem dutch bucket.
Langkah memangkas pohon tomat selanjutnya adalah memotong daun daun yang terletak dibagian bawah tangkai buah pertama dari tanaman tomat anda sampai bersih bagian bawahnya dari daun.

Demikian tips singkat dari saya cara memangkas tanaman tomat atau Pruning. Semoga bermanfaat dan silahkan dicoba.

Terima kasih.

About