Friday, May 12, 2017

Sistem Rakit Apung Untuk Produksi

Posted by Tanaman Hidroponik On 5/12/2017 | No comments
Hi...Hidroponikers

Kali ini kita akan jelaskan secara singkat tentang Sistem Rakit Apung.
Kita sebenarnya sudah bisa membuat atau menanam dengan menggunakan Sistem Rakit Apung untuk skala produksi. Dengan Sistem Tanaman Hiroponik yang tidak begitu sulit, murah dan tetap bisa produktif ini, sangat cocok sekali bagi anda yang ingin memulai usaha sayuran yang sehat atau sayuran organik. Nah bagaimana Sitem Rakit Apung ini bekerja pada tanaman hidroponik anda dan bagaimana cara membuatnya, silahkan dibaca sampai selesai ya.

Beginilah contoh Tanaman Hidroponik yang menggunakan Sistem Rakit Apung.




Sistem Rakit Apung adalah media atau wadah yang berbentuk kotak segi panjang, yang bahan rangkanya dibuat dari Baja ringan, dan untuk kotak atau wadahnya terbuat dari papan yang dilapisi oleh terpal. Dan yang nantinya wadah kotak ini akan digunakan untuk tempat penyimpanan larutan air Nutrisinya. Kenapa dikatakan Sistem Rakit Apung, karena media apung pada tanaman Hidroponik ini menggunakan Styrofoam supaya mengapung. Kemudian untuk bagian atap, anda bisa menggunakan bahan yang bisa dibuat dari plastik uv. Atap ini berfungsi untuk menghindari air hujan yang masuk, supaya Nutrisi yang terkandung dalam air tidak berubah dan tetap terjaga.

Bagaimana Cara Kerja dari Sistem Rakit Apung?

Pada contoh kali ini, kita menggunakan tanaman kangkung.
Dibagian samping dipasang paralon atau pipa kecil yang airnya dibuat selalu mengalir dengan melubangi bagian bawahnya. Ini adalah settingan IN nya.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Settingan IN


Kemudian aliran air dari wadah ke pipa OUT, air akan di alirkan menuju bak tandon.
Dan untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini adalah sistem OUT nya. 



Settingan OUT


Bak Tandon

Lalu dari Bak tandon, air akan di alirkan kembali ke atas dengan menggunakan pompa celup melalui paralon kecil kebagian IN nya. Nah dengan menggunakan sistem rakit apung ini, anda sudah bisa membuat produksi sayuran untuk skala usaha. Contoh pada gambar menggunakan tanaman kangkung, Dalam satu Cup air mineral yang digunakan untuk wadahnya, anda bisa mendapatkan lebih dari 20 batang dan terlihat cukup subur. Tentunya ini cukup produktif sekali, apalagi untuk dijadikan peluang usaha.
Lubang pada styrofoam tersebut jaraknya dibuat serapat mungkin, kira kira jaraknya 2 - 2,5 cm antar net potnya. Supaya kangkung bisa berdiri tegak dan saling menopang.

Dengan menggunakan Sistem Rakit Apung ini, anda tidak perlu khawatir terhadap lintah, cacing atau serangga hama lainnya, dijamin bersih. Agar air Nutrisi tetap pada PPM yang stabil, tentunya anda bisa memasang atap yang bisa dibuat dari plastik uv atau bahan yang lainnya. Seperti yang telah disebutkan di atas tadi.

Berikut ini adalah tanaman kangkung yang sudah kita panen.




Jadi tanaman kangkung ini, bisa dipanen dengan cara langsung dipotong, jika untuk komsumsi sendiri dan bisa menjadi benih dan bisa tumbuh lagi. Tapi jika anda untuk dijual kembali kepasar, biasanya penjual masih menyertakan akarnya, jadi anda bisa langsung menariknya saja.
Untuk air Nutrisi usahakan agar air dijaga tetap dingin, dengan cara styrofoam nya dibuat agak tebal kira kira 8 cm dan supaya akar tanamannya juga tidak terlalu tenggelam pada air nutrisi. Itulah sebabnya nanti pertumbuhan tanamannya akan jadi lebih subur. Cocok untuk di praktekan pada daerah yang panas.

Sistem Rakit Apung ini sangat bagus dan air tetap bisa dingin, tetapi tetap ada kelemahan pada sistem ini yaitu penggunaan air nutrisi yang cukup banyak sekali.Untuk kedalamannya saja kira kira membutuhkan tinggi 15 cm, jadi cukup banyak sekali air nutrisi yang diperlukan. Meskipun boros, tapi air nutrisi ini tetap bisa digunakan untuk panen berikutnya. Jadi masih tetap produktif ya. Hanya di awal waktu pembuatan saja mungkin agak sedikit boros. Tapi secara keseluruhan tetap bagus dan patut anda coba. untuk Sistem ini bisa anda coba pada tanaman Kangkung, Selada dan Pakcoy.

Selamat mencoba.

0 comments:

Post a Comment

About